Tuesday, September 8, 2009
Al-Hadith : Konsisten Dalam Beribadah
"Hai Abdullah, janganlah engkau menjadi seperti si Fulan itu. Dahulu ia suka berdiri bersembahyang diwaktu malam, tetapi kini ia meninggalkan bersembahyang di waktu malam itu."
(Muttafaq 'alaih)
Monday, September 7, 2009
Al-Hadith : Berkata-kata Baik Juga Dikira Sedekah
"Takutlah engkau semua kepada neraka, sekalipun dengan jalan bersedekah dengan potongan kurma, maka barangsiapa yang tidak dapat menemukan itu, maka hendaklah bersedekah dengan mengucapkan perkataan yang baik."
(Muttafaq 'alaih)
Al-Hadith : Perlahan-lahan vs Berlari-lari Mendatangi Solat
"Apabila solat telah diiqamati, maka janganlah kamu semua mendatanginya sambil berlari-lari. Tetapi datangilah itu sambil dengan perlahan-lahan, kerana bersamanya ada ketenangan. Ikutlah yang mana kamu sempat dan yang gantikan yang mana tertinggal."
(Muttafaq 'alaih)
Tuesday, September 1, 2009
PELAJARAN DARI IMAN AL GHAZALI
Imam Ghazali: Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1: Orang tua
Murid 2: Guru
Murid 3: Teman
Murid 4: Kaum kerabat
Imam Ghazali: Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).
Imam Ghazali: Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?
Murid 1: Negeri Cina
Murid 2: Bulan
Murid 3: Matahari
Murid 4: Bintang-bintang
Imam Ghazali: Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Imam Ghazali: Apa yang paling besar didunia ini ?
Murid 1: Gunung
Murid 2: Matahari
Murid 3: Bumi
Imam Ghazali: Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al Araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.
IMAM GHAZALI Apa yang paling berat didunia?
Murid 1: Baja
Murid 2: Besi
Murid 3: Gajah
Imam Ghazali: Semua itu benar, tapi yang paling be! rat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.
Imam Ghazali: Apa yang paling ringan di dunia ini ?
Murid 1: Kapas
Murid 2: Angin
Murid 3: Debu
Murid 4: Daun-daun
Imam Ghazali: Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat
Imam Ghazali: Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?
Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang
Imam Ghazali: Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia! ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri
Monday, August 24, 2009
Kerana Sebijik Kurma
Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa.
Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.
Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra.
Ia solat dan berdoa khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan warak yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,"
kata malaikat yang satu. "Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan
yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi.
Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.
"Astaghfirullahal adzhim" Ibrahim beristighfar.
Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya
membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?" tanya Ibrahim.
"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu. "Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?".
Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat. "Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita,
"Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".
"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."
"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu." Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.
4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra.
Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. "Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."
"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu.
Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."
Wednesday, July 1, 2009
Aduhai .... Di Manakah Nakku Cari 40 Orang?
"Tiada seorang muslim pun yang meninggal dunia, kemudian berdiri untuk menyembahyangi jenazahnya itu sebanyak empat puluh orang yang semuanya tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, melainkan Allah akan mengurniakan syafaat kepada orang yang mati tadi."
(Riwayat Muslim)
Makan Yang Mendatangkan Pahala
"Sesungguhnya Allah itu nescayalah redha pada seseorang hambaNya, jikalau ia makan sesuatu makanan lalu memuji kepada Allah kerana adanya makanan itu, atau minum suatu minuman lalu memuji padanya kerana adanya minuman itu."
(Riwayat Muslim)